Feri Eka Abdurahman - Ayahku
Assalamualaikum.Wr.wb. sebuah kata yang paling sering didengar oleh ku dan orang-orang muslim terutama di Indonesia dan sebuah kata yang tak pernah ku dengar dari ayahku. Ayahku pergi meninggalkanku ketika usia ku menginjak 2 tahun itulah hal yang sejak kecil ku ketahui tentang ayahku hanya secarik foto pernikahan orang lain yang terdapat foto ayahku hanya foto itulah yang bisa mengingatkan ku tentang sosok ayahku hanya secerca ingatan tentang ayahku ketika ayahku terbaring kaku tak bernafas lagi di ruang tamu rumahku aku hanya bisa meratapi,menangisi dan memanggil nama nya ayah ayah ayah. Begitu cepat kau pergi meninggalkan anak mu ini yang tak sempat membanggakan mu, yang tak sempat mengajak mu beribadah, yang tak sempat mengucapkan salam ketika aku pulang sekolah, dan yang tak sempat bersamamu tuk menghabiskan waktu demi waktu dalam hidupmu. Ayah aku tak pernah tahu bagaimana senyummu, tawamu, candamu, dan marahmu yang ku tahu hanya kau lah orang yang begitu ku rindukan kehadiran nya di dunia ini. aku hanya ingin memelukmu untuk satu kali saja dalam hidupku. aku ingin bersamamu tuk berbagi canda, tawa, suka dan duka. aku ingin lebih lama lagi bersamamu ayah. Aku ingin seperti anak-anak diluar sana yang bisa selalu bersama ayahnya dalam suka maupun duka dalam senang maupun susah. Aku iri melihat mereka yang bisa berbagi cerita, berbagi kasih sayang dan berbagi pelukan hangat yang hanya diberikan oleh ayah kepada anak mereka tercinta. Aku ingin bermain bersama mu disebuah lapangan luas nan hijau dihiasi pepohonan yang rindang, udara sejuk, bunga-bunga yang bermekaran indah disertai kicauan burung nan merdu namun hal tersebut hanyalah sebuah angan-angan yang sulit untuk diwujudkan di dunia ini karena kau telah meninggalkan ku dan dunia ini untuk selama-lamanya. Ketika dulu sepeninggal kau ayah, aku selalu menangisi takdir ku ini yang tak bisa berjumpa dengan engkau ayah dan hal ini semakin bertambah tambah ketika ku beranjak dewasa aku iri melihat banyak teman ku yang memiliki ayah. Sebuah tempat bersandar dan berbagi masalah tentang hiruk pikuk kehidupan. Tapi aku mencoba agar aku bisa kuat dan menjadi sosok yang hebat seperti kau ayah karena ibu dan adikku adalah sebuah tanggung jawab baru yang kau berikan kepadaku. Aku sangat tahu bahwa Allah SWT mempunyai sebuah rencana yang luar biasa agar aku bisa belajar bagaimana cara menjadi orang hebat dan sukses dari nol. Aku bertemu dengan banyak orang, teman, sahabat dan guru-guru yang mencintaiku dengan tulus tanpa melihat status sosial dan ekonomi keluargaku mereka lah tempat baruku berbagi cerita, masalah dan beban hidup yang selama ini kupikul sendiri. Sekarang ku sadar bahwa tak ada lagi yang namanya penyesalan karena semua itu tak akan membuatmu maju dan Allah SWT tahu mana yang baik untuk kita dan yang buruk untuk kita.
Penulis, Feri Eka Abdurahman (PJ Bu Sukma) salah satu yatim mahasiswa. Lahir di Bogor pada tanggal 24 Februari 2000. Dari keluarga Bapak Windi Hartanto (alm) dan Ibu Siti Naruling.
Karangan ini di tulis dalam rangka memperingati milad Yayasan Al-Ruhamaa’ ke-10 yang di laksanakan pada 27 Januari 2019. Sekarang penulis kuliah di IPB University, jurusan Teknologi Pangan, semester 5.