Keburukan Orang Munafik
"Mereka itulah yang membeli kesesatan dengan petujuk. maka perdagangan mereka itu tidak beruntung dan mereka tidak mendapat petunjuk". "Perumpamaan mereka seperti orang-orang yang menyalakan api, setelah menerangi sekelilingnya, Allah melenyapkan cahaya (yang menyinari) mereka dan membiarkan mereka dalam kegelapan, tidak dapat melihat".
(QS. Al-Baqarah, 2 : 16, 17)
Orang-orang munafik dengan sifat-sifat yang
buruk seperti tersebut pada ayat-ayat Al-Qur’an merupakan orang-orang yang salah
pilih. Mereka menolak petunjuk jalan yang lurus dan memilih jalan kesesatan dan
hawa nafsu. Akhirnya, pilihan itu merugikan mereka sendiri karena mereka tidak
mau menerima kebenaran.
Dalam ayat ini, Allah mempergunakan kata
“membeli” untuk ganti kata “menukar”. Jadi, orang munafik itu menukarkan
hidayah (petunjuk) dengan (kesesatan). Hasilnya mereka kehilangan petunjuk dan
memperoleh kesesatan. Petunjuk yang semula mereka miliki itu berupa kesediaan
manusia untuk menanggapi kebenaran dan mencapai kesempurnaan. Kesediaan ini
bagaikan modal pokok. Modal inilah yang lenyap dari tangan mereka. Oleh karena
itu, mereka tidak akan mendapat keuntungan dan petunjuk lagi.
Sumber : Miracle The Reference, Saqafah Islamiyah, Halaman : 4