Orang Munafik Tidak Berprinsip
“Perumpamaan mereka seperti orang-orang yang menyalakan api, setelah menerangi sekelilingnya, Allah melenyapkan cahaya (yang menyinari) mereka dan membiarkan mereka dalam kegelapan, tidak dapat melihat”, “Mereka tuli, bisu dan buta, sehingga mereka tidak dapat Kembali”, “Atau seperti (orang yang ditimpa) hujan lebat dari langit, yang disertai kegelapan, petir, dan kilat. Mereka menyumpat telinga dengan jari-jarinya, (menghindari) suara petir itu karena takut mati. Allah meliputi orang-orang yang kafir.”, “Hampir saja kilat itu menyambar penghilatan mereka. Setiap kali (kilat itu) menyinari, mereka berjalan di bawah (sinar) itu dan apabila gelap menerpa mereka, mereka berhenti. Sekiranya Allah menhendaki, niscaya Dia hilangkan pendengaran dan penglihatan mereka. Sungguh, Allah Mahakuasa atas segala sesuatu.”
(QS. Al-Baqarah, 2 : 17-20)
Tipikal orang-orang munafik adalah sungguh-sungguh tidak
memiliki pendirian yang kuat. Mereka tidak dapat mengambil manfaat dari petunjuk
apa pun dan dari mana pun oleh sebab pendengaran, lisan, dan penglihatan mereka
tidak dapat menatap kebenaran. Ibaratnya, seseorang yang menyala-nyalakan api
di kegelapan, tetapi tidak dapat memanfaatkan cahaya-nya atau seperti orang
yang terjebak di padang luas dalam suasana gelap lagi hujan; ia ingin melangkah
dengan penerangan kilat, tetapi sia-sia karena terangnya kilat itu hanya
sesaat.
Sumber : Miracle The Reference, Intisari
Ayat, Halaman :