Reno Khoerudin Mufid - Perjalanan Hidupku Bersama Qatar Charity Al-Ruhamaa'

Tim Media Yayasan Al-Ruhamaa' 26 November 2020

Reno Khoerudin Mufid - Perjalanan Hidupku Bersama Qatar Charity Al-Ruhamaa'

Namaku Reno Khoerudin Mufid, aku dilahirkan di Bogor tepatnya pada 13 April 2002. Sekarang ini alhamdulillah aku bersekolah di salah satu sekolah menengah atas favorit di Bogor, yaitu SMAN 5 Bogor. Aku tinggal bersama ibuku, yang mana beliau selama ini selalu mendampingiku. Dalam hidupku, ibulah yang paling banyak berperan, mulai dari mendidik, memotivasi, dan merawatku hingga besar. Dengan segenap perjuangan yang telah diberikan ibu, tentunya aku pun sangat ingin membalas semua jasa-jasa yang telah diberikan ibuku. Bisa dibilang aku berbeda dengan anak-anak yang berada di lingkungan rumahku yang mempunyai ayah waktu itu, karena ketika itu aku masih menjadi anak kecil yang seharusnya sedang senang-senangnya bisa bermain dengan ayah, namun harus mendapat kenyataan bahwa diriku ini seorang anak yatim yang ditinggalkan ayahnya sejak bayi. Menjadi anak yatim bukanlah keinginanku, melainkan taqdir yang Allah berikan kepadaku. Namun, itu bukanlah alasanku untuk berhenti bersemangat menggapai cita-citaku karena aku tahu bahwa aku bisa dan Alhamdulillah aku mempunyai berbagai bakat dan prestasi di Sekolah.

Tepatnya pada tahun 2008, Alhamdulillah perjuangan ibuku untuk membesarkanku dibantu oleh sebuah yayasan yatim yang bernama Qatar Charity Ar-Ruhama Bogor. Ketika itu aku masih berumur 6 tahun. Berbagai nikmat Allah berikan kepada keluargaku juga melalui Qatar charity Ar-Ruhama ini. Rasanya sangat senang sekali diriku berkesempatan menjadi anak binaan Qatar Charity Ar-Ruhama karena semenjak aku menjadi anak Qatar Charity Ar-Ruhama, banyak sekali kebahagian yang bisa aku temukan. Disini aku akan menceritakan perjalananku selama bergabung dengan yayasan Qatar Charity Ar-Ruhama.

Tadinya aku ini bukanlah anak yang pandai membaca Al-Quran walaupun dari kecil sudah dididik untuk mempelajari Al-Quran. Namun, semenjak diriku dimasukkan ke rumah Quran yang mana merupakan tempat untuk mempelajari Al-Quran juga merupakan bagian dari pembinaan yang diberikan yayasan, diriku merasa lebih termotivasi untuk menjadi Ahlul Quran karena disana terdapat guru yang sangat hebat yang bisa mengajarkanku dalam mempelajari Al-Quran. 

Suatu hari aku menghadiri pembinaan langsung dengan para pengurus yayasan Ar-Ruhama dan ketika itu aku sedang menjalani pembukaan acara. Ketika itu aku melihat seorang penjaga masjid yang kelihatannya seperti orang biasa saja. Namun, ketika aku melihat dia melantunkan ayat suci Al-Quran tanpa menggunakan Mushaf dan suara yang merdu, aku pun terkejut seraya berkata dalam hati “ternyata seorang penjaga masjid saja bisa menjadi penghafal Quran, masa aku seorang anak yatim yang masih punya ibu tidak bisa?”. Semenjak itu aku pun termotivasi dan mulai melatih diri untuk bisa menghafal Quran dengan berbagai metode menghafal serta arahan yang diberikan guru di rumah Quran. 

Tidak berseling lama, sesungguhnya dibalik semangatnya diriku menghafal Quran, diriku selalu mendapatkan berbagai keberkahan hidup yang sebelumnya tidak pernah aku rasakan seperti dipercaya untuk menjadi Qori pada pembukaan suatu acara. Dan aktifnya diriku dalam berbagai acara yang berhubungan dengan Quran serta berbagai prestasi yang diketahui oleh pengurus yayasan, ternyata secara diam-diam aku didaftarkan pada seleksi anak yang akan mendapatkan hadiah Umroh dari Qatar Charity.

Alhamdulillah bertepatan dengan hari ulang tahunku yang ke 13 tahun, diriku mendapat kabar bahagia sekaligus hadiah terindah ulang tahun seumur hidupku yaitu berkesempatan untuk menjalani ibadah Umroh bersama teman-teman yayasan Qatar Charity lainnya dari berbagai ibukota. Rasa sedih bercampur senang  yang aku rasakan ketika mendapat hadiah Umroh dari Qatar Charity.

Semenjak aku mendapat hadiah Umroh, aku tambah semangat dengan hafalanku. Dan semenjak itu aku mulai percaya diri untuk mengikuti lomba di berbagai event. Alhamdulillah dari berbagai lomba yang pernah aku ikuti, aku telah mendapatkan empat kemenangan yaitu juara 1 Tahfizh Quran tingkat SMA se-kota Bogor, juara 2 Tahfizh Quran tingkat SMP se-JaBoDeTaBek, juara 3 Tahfizh Quran remaja tingkat Kota Bogor, dan juara 3 tingkat SMA se-JaBoDeTaBek.

Sekarang ini cita-citaku yaitu ingin bisa berbahasa arab dan bisa meneruskan pendidikan di Universitas Ummul Quro, Mekkah. 

Begitulah cerita perjalanan panjangku selama di Qatar Charity Ar-Ruhama. Semoga baik donator yang selalu menyantuniku maupun para pengurus Ar-Ruhama senantiasa diberikan keberkahan hidup dan dibukakan pintu rezeqi yang selebar-lebarnya. Dan tak lupa semoga yayasan ini yang akan memasuki umur genap 10 tahun selalu dilindungi dan dinaungi oleh Allah serta selalu diberikan kelancaran dalam setiap urusannya.


Penulis, Reno Khoerudin Mufid (PJ Bu Eva) salah satu yatim mahasiswa. Lahir di Bogor pada tanggal 13 April 2002. Dari keluarga Bapak Agus Sunarto (alm) dan Ibu Sri Suprihatiningsih.


Karangan ini di tulis dalam rangka memperingati milad Yayasan Al-Ruhamaa’ ke-10 yang di laksanakan pada 27 Januari 2019. Sekarang penulis kuliah di Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. HAMKA, jurusan Pendidikan Matematika, semester 1.

Admin

Admin Yayasan Al-Ruhamaa'

Pesan Anda akan segera dibalas

Assalamu'alaikum! Ada yang bisa kami bantu hari ini? Silakan tulis pesan Anda di bawah ya.