Segolongan Kaum Munafik
"Atau seperti (orang yang ditimpa) hujan lebat dari langit, yang disertai kegelapan, petir, dan kilat. Mereka menyumpat telinga dengan jari-jarinya, (menghindari) suara petir itu karena takut mati. Allah meliputi orang-orang yang kafir."
(QS. Al-Baqarah, 2:19)
Dari Abdullah Ibnu Abbas dan Abdullah Ibnu Mas’ud
diceritakan bahwa ada segolongan kaum munafik yang telah masuk islam setelah
hijrahnya Rasulullah saw. Keadaan mereka seperti seseorang yang terjebak dalam
kegelapan. Lalu, mereka berusaha mencari pencahayaan dengan menyalakan api.
Akan tetapi, setiap kali ia menyalakannya, api itu padam.
Perumpamaan mereka juga seperti orang yang ditimpa hujan
lebat yang disertai kilat, petir, dan guruh. Mereka pun berusaha berlindung
karena takut bahaya menimpa. Perumpamaan ini selaras dengan tabiat mereka,
yaitu Ketika mereka syirik, kemudian mereka beriman, kemudian berada dalam
kesamaran antara halal dan haram, antara yang baik dan yang buruk.
Dua perumpamaan ini menggambarkan bahwa mereka adalah orang-orang yang akan terungkap perbuatan nifaknya. (Lubābun Nuqūl : 8)
Sumber : Miracle The Reference, Asbabunnuzul, Halaman : 6