Siti Robiah - Bila besar nanti aku ingin menjadi seorang Da’i
Allah memberiku kelebihan yang tidak dimiliki oleh teman-temanku disekolah, yaitu mudah menebar ilmu kepada orang lain.ketika aku masih kecil aku sering melihat anak anak dijalanan yang tidak mendapatkan pendidikan dengan baik, mulai dari situ hati ku terketuk untuk membantu mereka dengan cara belajar sungguh sungguh dan mengajarkan ya lagi kepada mereka. Saat usiaku sudah beranjak remaja aku membuat rumah singgah untuk anak anak dijalanan. Hari ini aku kerumah singgah untuk mengajar anak anak jalanan itu, tidak lupa aku mengajak teman terdekatku yang bernama Zar.
“Zar,temenin ana yuk ketempat biasa..” kataku pelan, “Mm.. boleh, kerumah singgah kan?” Tanya zar kepadaku, aku hanya menjawab dengan anggukan pelan. Saat diperjalanan ada sedikit pembicaraan antara aku dengan zar. “Oiya… Siti.. kalau dilihat lihat kamu itu bagus lhoo kalau jadi seorang penDa’i atau Pendakwah gitu..” aku yang diam dari tadi, tersentak kaget, dan mukaku langsung memerah . dengan gugupku menjawab “Mm.. sebenernya itu adalah salahsatu cita cita ana zar..”. “Nah pas kan ukhti suka menebarkan ilmu kesiapa saja, biar lebih bermanfaat lagi gimana kalau ukhti jadi ustadzah saja? Seperti ustadzah Oki Setiani Dewi, lumayan lhoo.. kalau ternyata banyak yang suka gaya dakwah ukhti, bisa bisa ukhti jadi youtuber. Ya ngak?” tambah zar semangat “Insha Allah doain aja yag terbaik zar” kataku singkat, karena tak sadar sudah sampai dirumah singgah.
Sesampainya dirumah singgah, kami langsung bertukar cerita, bermain bersama, belajar bareng, dan makan bersama. Itulah yang dilakukan diriku setiap akhir pekan bersama teman terbaikku zar. Waktu terus berlalu dan Alhamdulillah rumah singgah kami sudah memiliki beberapa cabang dikota kota besar. Hari ini adalah hari perpisahanku diSMA aku harus lebih semangat lagi untuk mengejar cita citaku menjadi seorang Da’i. “Zar.. Alhamdulillah aku dapat beasiswa di Qatar” kataku bahagia “ Masha Allah manteb siti.. Alhamdulillah ya.. tapi maaf aku ngak bisa bareng lagi sama kamu karena aku alhamdulillah dapat beasiswa fakultas kedokteran diTurki…” kata zar bahagia dan sedikit sedih. Air mataku tidak dapat terbendung lagi, air mata ini mulai jatuh satu persatu dan semakin deras dipipi ini. “Jadi kita tidak akan bersama lagi zar?” kataku sambil terus menangis, “Mm.. iya siti… maaf ya..” kata zar berusaha menenagkan diriku.
Zar melanjutkan kata katanya “Siti.. yakinlah sama Allah mau ada aku disampingmu atau tidak Allah akan selalu bersamamu dan melindungimu Insha Allah.. Aku yakin suatu saat kita akan bertemu kembali jika Allah mengizinkan. Siti harus yakin perpisahan ini bukan yang terakhir tapi ini adalah awal dimana kita harus mandiri, karena kesuksesan adalah ikhtiar dan usaha… Aku selalu mendoakanmu dimanapun kamu berada.. aku meyayangimu karena Allah lillahita ‘ala..” Zar terus meyakinkan diriku “Jazakillah khairan Zar.. aku bahagia bisa memiliki teman sepertimu aku juga selalu medoakanmu..” kataku sedikit tenang. Zar mengangguk pelan dan langsung memeluku dan aku balas dengan pelukan hangat yang tak akan terlupakan.
7 tahun kemudian…
“Alhamdulillah!!! Umi!!! Ida!!! Teteh sudah lulus sekarang.. doain teteh terus ya.. agar bisa berdakwah untuk menebar agama Allah dipelosok bumi Allah ini…” teriak kebahagianku kepada ibu dan adikku “Alhamdulillah teteh sudah lulus, umi bangga sama teteh semoga Allah memberkahi semua ilmu yang teteh dapat.. Oiya teh ingat pesan umi.. Teteh jangan lupa sholat tepat waktu, jangan pernah merasa bisa atau sombong atas semua yang telah teteh miliki, jadikan semua ini adalah hadiah terindah dari Allah karena teteh sudah berjuang selama ini..” kata umi menangis bahagia menatap wajahku yang kini sudah tumbuh dewasa.. “Iya umi.. akan teteh ingat selalu nasihat ini..” saat suasana mulai haru adiku membuyarkan semuanya agar bahagia dan tidak haru lagi.. “Cieeeee yang udah resmi jadi ustadzah.. kemarin teh.. sebelum teteh ujian kelulusan subscriber teteh bertambah Alhamdulillah kalau ngak salah sudah 4,7 juta subscriber..” aku bahagia dan hanya terseyum kecil.. karena aku merasa ada yang kurang..
Baru 2 pekan aku lulus panggilan dakwah mulai banyak berdatangan, dan panggilan dakwah yang pertama adalah diTurki. Keesokan harinya aku segera berangkat keTurki,sesampainya disana aku langsung bersujud syukur karena bisa menginjakkan kaki ke Negara yang aku sukai setelah Makkah dan Palestine. Selesai berdakwah disalah satu kota diTurki aku berniat jalan jalan sebentar untuk melepas lelah dan sedikit hiburan. Aku mengunjungi kota Amasya yang indah itu.. Tapi aku melihat rumah sakit yang sepertinya baru dibuka. Aku datangilah rumah sakit itu.. tiba tiba saat aku mendekat ada seseorang dari arah berlawanan menabrak diriku, alat alat medis orang itu berjatuhan dilantai aku membantunya dengan sigap orang itu berkata “Im sorry I didn’t mean to..” aku hanya berkata singkat “Mm.. yes.. don’t worry”
Saat asyik membantu dokter muda ini aku melihat name tag yang terpasang dijas dokternya yang bertuliskan “Dr.Zahira” awalnya aku hanya terdiam tapi setelah kuingat ingat aku mengingat zar teman lamaku yang bersekolah juga diTurki. “Sorry you named Zahira Huriya? Are you an Indonesian student who gets a medical falcuty Turkish scholarship?” seseorang itu berdiri dan mengamati diriku .. “Yes this is me” sahut seseorang itu.. air mataku ini tak tertahankan dan aku berkata lagi “I Siti !!!! your closest friend when junior high shcoll” orang itu tetap menatapku lamat lamat dan tiba tiba dia memeluku erat.. “Siti masha allah sahabat ana…” sahut seseorang itu.. “Kamu zar kan?” tanyaku padanya “iya ini ana..” memang indah cara Allah mempertemukanku dengan zar dan dengan cara yang tak diduga duga.. setelah tugasku selesai diturki aku berpamitan kepada zar karena dia akan tinggal lama diturki, setelah pulang dari Turki aku segera melanjutkan perjalananku berdakwah..
Kesimpulan: Berdakwah adalah cita cita yang mulia, dengan berdakwah kita bisa bersilaturahim, mendengarkan keluh kesah mereka, dan yang paling penting kita berbagi ilmu untuk orang orang yang mendengarkan kita. Kunci dari kesuksesan adalah usaha dan ikhtiar. Kuatkanlah niatmu pada cita cita yang ingin kau gapai,yakinlah kalau cita cita itu akan terwujud karena bagi Allah tidak ada yang tidak mungkin jika Allah menghendaki, jadi semangtatlah belajar disekolah belajar dengan niat kerena Allah adalah termasuk jihad kita disekolah jadi jangan pernah lelah untuk mendapatkan hasil yang manis Insha Allah. Mintalah sama Allah sepuas puasnya karena ini gratis dan jika kita bersungguh sungguh akan terwujud.. ingatlah Man Jadda Wa Jadda percaya pada kemampuan dirimu sendiri. Percayalah dengan kehebatan dirimu yakin kalau Allah bersamamu.
Penulis, Siti Robiah (PJ Dr Rika) yatim binaan daerah Bogor Utara. Lahir di Bogor pada tanggal 30 Mei 2005. Dari keluarga Bapak Nasrudin (alm) dan Ibu Nina Rosidana.
Karangan ini di tulis dalam rangka memperingati milad Yayasan Al-Ruhamaa’ ke-10 yang di laksanakan pada 27 Januari 2019. Sekarang penulis bersekolah di Sekolah Islam Bogor, kelas 9.