Yakin dan Tawakal
Ibu Abbas ra. berkata bahwa Rasulullah saw. berdoa, “(Allahumma
laka aslamtu wabika aamantu wa ‘alaika tawakkaltu wa ilaika anabtu wabika
khaashamtu. Allahumma a’uudzu bi’izzatika. Laa ilaaha illa anta an tudhillanii
anta al-hayyu al-qayuumu al-ladzii laa yamuutu wal-jinnu wal-insu yamuutuuna)
Ya Allah, kepada-Mu aku berserah diri, kepada-Mu aku beriman, kepada-Mu aku
bertawakal, kepada-Mu aku Kembali, karena-Mu aku melawan (musuh-musuh). Ya
Allah, dengan kekuatan-Mu yang tiada tuhan selain Engkau, aku berlindung,
jangan Kau sesatkan aku. Engkau-lah Tuhan yang tidak mati, sedang jin dan
manusia pasti akan mati. (Muttafaq ‘alaih)
Pelajaran-pelajaran Hadist:
1.
Keharusan bertawakal hanya kepada
Allah, dan memohon perlindungan-Nya, karena hanya Allah yang memiliki sifat
sempurna. Sedangkan makhluk yang diciptakan-Nya, semuanya lemah dan akan mati.
Mereka tidak layak untuk dijadikan tempat bersandar.
2. Doa Nabi yang tersebut dalam hadist ini sangat singkat, namun isinya sangat padat, dan menggambarkan keimanan beliau yang sangat dalam.
Sumber : Riyadhus Shalihin, Halaman : 121